Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label KB

Gambaran Pemakaian Alat Kontrasepsi Suntikan Pada Akseptor Keluarga Berencana (A-0061)

BAB I PENDAHULUAN A Latar Belakang Kependudukan merupakan salah satu masalah penting yang sedang dihadapi bangsa Indonesia saat ini, jumlah penduduk yang besar yaitu sekitar 230,6 juta jiwas dengan laju pertumbuhan penduduk yang relatif masih tinggi yaitu 2.6 juta jiwa pertahun, masih belum di imbangi dengan kualitas sumber daya manusia yang memadai. Oleh sebab itu yang perlu dilakukan adalah memberdayakan keluarga, karena keluarga memegang peranan yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas keluarga Indonesia dimasa yang akan datang. (Pelaksanaan Program KB Nasional Prov. Sul-Sel tahun 2004). Visi keluarga berkualitas 2015, yaitu untuk mewujudkan keluarga yang sejahtera, sehat, maju, mandiri, jumlah anak yang ideal, berwawasan kedepan, bertanggung jawab, harmonis dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa (Depkes RI, 2001) Dalam pembangunan keluarga sejahtera upaya yang dilakukan adalah meningkatkan kualitas dan ketahanan masing-masing keluarga dalam mengantisipasi setiap pengaruh...

Gambaran Umum Penggunaan Kontasepsepsi Implant (A-0059)

BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Masalah Kesehatan reproduksi merupakan bagian penting dari program kesehatan dan merupakan titik pusat dari sumber daya manusia mengingat pengaruhnya terhadap setiap orang dan mencakup banyak aspek kehidupan sejak dalam kandungan sampai pada kematian. Oleh karena itu pelayanan kesehatan reproduksi harus mencakup empat komponen esensial yang mampu memberikan hasil yang efektif dan efisien bila dikemas dalam pelayanan yang teritegrasi, diantaranya : kesehatan ibu dan bayi baru lahir, keluarga berencana kesehatan reproduksi remaja dan pencegahan / penanggulangan penyakit menular seksual (PMS) termasuk Human Immunodeficiency Virus ( HIV) dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS). Hal ini merupakan kesepakatan bersama dalam lokakarya nasional kesehatan reproduksi di Jakarta tahun 1996, sebagai komitmen Indonesia dalam menindak lanjuti Konfrensi internasional untuk kependudukan dan Pembangunan ( international Confrence people and Development / ICPD )...

Gambaran Pemakaian Alat Kontrasepsi Suntik Depo Provera di Puskesmas Simbang Kabupaten Maros (A-0057)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Visi Indonesia 2010 yangtelah dirumuskan oleh Dep. Kes (1999) menyatakan bahwa, hambaran masyarakatIndonesia di masa depan yang ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan adalahmasyarakat, bangsa dan negara yang ditandai oleh penduduknya hidup dalamlingkungan dan dnegan perilaku yang sehat, memiliki derajat kesehatan yangsetinggi-tingginya di seluruh wilayah republik Indonesia (geocities.com ). Jumlah penduduk yangbesar dengan laju pertumbuhan yang tinggi merupakan masalah yang harus ditanggulangi. Pendapat Melthus yang mengemukakan bahwa pertumbuhan dan kemampuanpengembangan sumber daya alam laksana deret hidung, sedangkan pertumbuhan danperkembangan manusia laksana deret ukur, sehingga pada satu titik sumber dayaalam tidak mampu menampung pertumbuhan manusia, berdasarkan pendapat demikiandiharapkan setiap keluarga, memperhatikan dan merencanakan jumlah keluarga yangdiinginkan (Manuaba IBG, 1998 : 437). Pertambahan pendudukyang ce...

Gambaran Penggunaan Alat Kontrasepsi Suntikan Cyclofem Pada Akseptor Keluarga Berencana (A-0055)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Memasuki awal tahun pertama pembangunan jangka panjang tahapII. Pembangunan Gerakan Keluarga Berencana Nasional ditujukan terutama untukmeningkatkan kualitas sumber daya manusia. Keluarga sebagai kelompok sumberdaya manusia terkecil yang mempunyai ikatan batiniah dan lahiriah. Dimanamerupakan pengembangan sasaran dalam mengupayakan terwujudnya visi KeluargaBerencana Nasional yang kini telah diubah visinya menjadi “Keluarga BerkualitasTahun 2015”. Keluarga yang berkualitas adalah keluarga yang sejahtera, sehat,maju, mandiri, memiliki jumlah anak yang ideal, berwawasan kedepan, bertanggungjawab, harmonis dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Misinya sangatmenekankan pentingnya upaya menghormati hak – hak reproduksi, sebagai upayaintegral dalam meningkatkan kualitas keluarga (Gungde, 2008). Berbicara tentang kesehatan reproduksi banyak sekali yangharus dikaji, tidak hanya tentang organ reproduksi saja tetapi ada beberapaaspek, salah satunya adal...

Gambaran Pemakaian Alat Kontrasepsi Suntikan 3 Bulan (Depo Provera) pada Akseptor Keluarga Berencana (A-0054)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penduduk adalah semua orang yang mendiami suatu daerah dalam suatu waktu atau jangka waktu tertentu. Penduduk dipelajari oleh ilmu kependudukan yang terdiri atas demografi dan studi kependudukan, yang berfokus pada perubahan besar komposisi dan distribusi penduduk, dan dapat dilihat menurut jenis kelamin, umur, suku bangsa, pendidikan, agama, pekerjaan dan lain-lain(Wiknjastro H, 2006). Dalam masyarakat tradisional tingginya tingkat kelahiran diimbangi dengan tingkat kematian yang tinggi juga, sehingga pertumbuhan penduduk tetap atau naik sedikit. Dengan perbaikan kesehatan dan lain-lain, tingkat kematian menurun, sedangkan tingkat kelahiran masih tetap tinggi dengan akibat naiknya laju pertumbuhan penduduk, usia kawin meningkat, pelayanan dan pemakaian kontrasepsi lebih luas, sehingga kematian rendah, yang diimbangi oleh kelahiran yang rendah pula. Pertambahan penduduk yang cepat dan tidak seimbang dengan naiknya produksi akan mengakibatkan terjadin...

Gambaran Umum Tentang Penggunaan Alat Kontrasepsi DMPA di Puskesmas Minasate’ne. (A-0050)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembangunan keluarga berencana nasional ditujukan terutama untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia, keluarga sebagai sumber daya manusia terkecil yang mempunyai ikatan batiniah dan lahiriah. Dimana manusia merupakan pengembangan sasaran dalam mengupayakan terwujudnya visi keluarga berencana nasional yang kini telah diubah visinya menjadi ”Keluarga bekualitas tahun 2009,” (http://www.indoskripsi.com) online 23 mei 2010. Dalam visi dan misi Indonesia sehat 2015 digambarkan bahwa masyarakat Indonesia dimasa depan yang ingin di capai melalui pembangunan kesehatan adalah masyarakat, bangsa dan Negara yang ditandai oleh penduduknya hidup dalam lingkungan dengan perilaku hidup sehat, menpunyai kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata, serta memiliki derajat kesehatan yang tinggi (Depkes RI, 2001:20). Gerakan KB nasional adalah gerakan masyarakat yang menghimpun dan mengajak segenap potensi masyarakat untuk be...

Gambaran Umum Pemakaian Alat Kontrasepsi Suntikan Di Puskesmas Bonto Perak Pangkep Tahun 2009 (A-0037)

BAB I PENDAHULUAN I. 1. Latar Belakang Penduduk adalah semua orang yang mendiami suatu daerah dalam suatu waktu atau jangka waktu tertentu. Penduduk dipelajari oleh ilmu kependudukan yang terdiri atas demografi dan studi kependudukan, yang berfokus pada perubahan besar komposisi dan distribusi penduduk, dan dapat dilihat menurut jenis kelamin, umur, suku bangsa, pendidikan, agama, pekerjaan dan lain-lain.(Wiknjosastro H, 2006) Jumlah penduduk yang besar dengan laju pertumbuhan yang tinggi merupakan masalah yang harus di tanggulangi. Pendapat Melthus yang mengemukakan bahwa pertumbuhan dan kemampuan pengembangan sumber daya alam laksana deret hitung, sedangkan pertumbuhan dan perkembangan manusia laksana deret ukur, sehingga pada satu titik sumber daya alam tidak mampu menampung pertumbuhan manusia, berdasarkan pendapat demikian diharapkan setiap keluarga, memperhatikan dan merencanakan jumlah keluarga yang diinginkan.(Manuaba IBG, 1998) Oval: 1Tingkat pertumbuhan penduduk yang relatif ...

Gambaran Pemakaian Alat Kontrasepsi Depoprogestin Periode Januari–Desember 2009 Di Puskesmas Kassi-kassi Makassar (A-0030)

BAB I PENDAHULUAN A.  Latar Belakang              Visi Indonesia 2010 yang telah dirumuskan oleh Dep. Kes (1999) menyatakan bahwa, hambaran masyarakat Indonesia di masa depan yang ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan adalah masyarakat, bangsa dan negara yang ditandai oleh penduduknya hidup dalam lingkungan dan dnegan perilaku yang sehat, memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya di seluruh wilayah republik Indonesia (geocities.com ). Jumlah penduduk yang besar dengan laju pertumbuhan yang tinggi merupakan masalah yang harus di tanggulangi. Pendapat Melthus yang mengemukakan bahwa pertumbuhan dan kemampuan pengembangan sumber daya alam laksana deret hidung, sedangkan pertumbuhan dan perkembangan manusia laksana deret ukur, sehingga pada satu titik sumber daya alam tidak mampu menampung pertumbuhan manusia, berdasarkan pendapat demikian diharapkan setiap keluarga, memperhatikan dan merencanakan jumla...

Gambaran Umum Penggunaan Kontasepsepsi Implant Oleh Akseptor (A-0026)

BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Masalah Kesehatan reproduksi merupakan bagian penting dari program kesehatan dan merupakan titik pusat dari sumber daya manusia mengingat pengaruhnya terhadap setiap orang dan mencakup banyak aspek kehidupan sejak dalam kandungan sampai pada kematian. Oleh karena itu pelayanan kesehatan reproduksi harus mencakup empat komponen esensial yang mampu memberikan hasil yang efektif dan efisien bila dikemas dalam pelayanan yang teritegrasi, diantaranya : kesehatan ibu dan bayi baru lahir, keluarga berencana kesehatan reproduksi remaja dan pencegahan / penanggulangan penyakit menular  seksual (PMS) termasuk HIV dan AIDS. Hal ini merupakan kesepakatan bersama dalam lokakarya nasional kesehatan reproduksi di Jakarta tahun 1996, sebagai komitmen Indonesia dalam menindak lanjuti Konfrensi internasional untuk kependudukan dan Pembangunan ( international Confrence people and Development / ICPD ) dikairo tahun 1995 (Saifuddin.B,2003). Pelayanan keluarga b...

Gambaran Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Ibu Terhadap Pemakaian Kontrasepsi Implant (A-0019)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia dan negara-negara lain relatif tinggi, hingga mencapai 307 per 100.000 kelahiran hidup (Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia, 2002/2003). Penurunan AKI serta peningkatan derajat kesehatan ibu menjadi prioritas utama dalam pembangunan, bidang kesehatan di Indonesia. Adapun salah satu upaya yang dapat dilakukan dapat terwujud dalam bentuk safe motherhood atau disebut juga penyelamat ibu dan bayi (Sarwono, 2002). Masalah kematian ibu adalah masalah yang sangat kompleks seperti status wanita dan pendidikan. Masalah tersebut juga diperbaiki sejak awal. Tetapi kurang realistis apabila mengharapkan perubahan drastis dalam waktu yang singkat, (Sarwono 2002). Tingginya angka kelahiran berkaitan erat dengan usia wanita pada saat perkawinan pertama. Secara nasional, meskipun usia kawin pertama umum 25-49 tahun, telah ada peningkatan. Namun umur kawin yang pertama menunjukkan angka yang relatif rendah, yakni 19...

Gambaran Tentang Pemakaian IUD di Puskesmas (A-0010)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Visi Keluarga Berkualitas 2015 yaitu untuk mewujudkan keluarga yang sejahtera, sehat, maju, mandiri, jumlah anak yang ideal, berwawasan ke depan, bertanggung jawab, harmonis dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Keluarga merupakan titik sentral pembangunan, oleh karena itu harus dipenuhi kebutuhan pokoknya serta menjamin kesejahteraan jasmani, rohani dan sosialnya. Kemudian keluarga dikembangkan kemampuan dan pengetahuannya agar memiliki wawasan ke depan, peduli dan kreatif sehingga berperilaku tidak tergantung pada orang lain (Depkes RI, 2001). Indonesia sebagai salah satu negara berkembang saat ini mengalami masalah kepadatan penduduk. Ini diakibatkan jumlah kelahiran tidak sesuai dengan jumlah kematian yang terjadi sehingga terjadi lonjakan penduduk yang mengakibatkan meningkatnya jumlah pengangguran, kemiskinan, banyak terjadi kejahatan dan terjadinya kesenjangan sosial dalam masyarakat (Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 200...

Gambaran Pemakaian Alat Kontrasepsi Suntikan (A-0008)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Visi Indonesia 2010 yang telah dirumuskan oleh Dep. Kes (1999) menyatakan bahwa, hambaran masyarakat Indonesia di masa depan yang ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan adalah masyarakat, bangsa dan negara yang ditandai oleh penduduknya hidup dalam lingkungan dan dnegan perilaku yang sehat, memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya di seluruh wilayah republik Indonesia (geocities.com diakses tanggal 25 April 2009). Program nasional keluarga berencana di Indonesia bertujuan untuk mewujudkan “keluarga berkualitas tahun 2015” metode yang digunakan untuk mewujudkan tujuan tersebut adalah dengan penggunaan kontrasepsi oleh pasangan suami istri. Alat kontrasepsi tersebut dapat dengan metode sederhana sampai dengan metode modern dengan tujuan untuk menekan angka kegamilan dan laju perambahan penduduk (geocities.com diakses tanggal 25 April 2009). Pertumbuhan penduduk yang relatif (Masih) tinggi ini merupakan suatu masalah yang teru...

Karakterirtik Akseptor KB (A-0005)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Laju kepadatan penduduk Indonesia 216 juta jiwa, dengan tingkat kepadatan pada tahun 2004 diperkirakan 112 jiwa per km2. Jumlah penduduk Propinsi Lampung tahun 2004, dengan perhitungan proyeksi menggunakan data dasar berdasarkan SP 2000 tercatat sebesar 6.915.950 jiwa, yang terdiri dari 3.563.310 jiwa penduduk laki-laki dan 3.352.640 jiwa penduduk perempuan. Sejak tahun 1971 atau sekitar 30 tahun terakhir, jumlah penduduk Lampung telah meningkat hampir 300%, yaitu sebesar 2,78 juta jiwa pada tahun 1971 menjadi 6,71 juta jiwa pada tahun 2002. Namun demikian jika mengalami penurunan hampir lima kali lipat dari 5,77% (1971-1980) menjadi penduduk 1,04% (1995-1999). Kondisi ini merefleksikan bahwa upaya pengendalian penduduk telah berjalan selaras dengan upaya peningkatan kesejahteraan, termasuk faktor kesehatan penduduknya. Angka pertumbuhan penduduk Propinsi Lampung tahun 2004 sekitar 31,57% (Profil Dinas Kesehatan Propinsi Lampung, 2004). Salah sa...