Langsung ke konten utama

Asuhan Kebidanan Pada By “ N ” Dengan Berat Badan Lahir Rendah Di RSUD Daya Makassar (A-0045)

BAB I
PENDAHULUAN
A. LatarBelakang
BBLRmerupakan masalah kesehatan yang sering dialami pada sebagian besar masyarakatyang ditandai dengan berat lahir yang kurang dari 2500 gram.Kejadian BBLR padadasarnya berhubungan dengan kurangnya pemenuhan nutrisi pada masa kehamilan ibudan hal ini berhubungan banyak faktor dan lebih utama masalah perekonomiankeluarga sehingga pemenuhan kebutuhan komsumsi pun berkurang.(Joeharno,2010)
Menurut World Health Organization ( WHO ) prevelensi berat lahir rendah(BBLR) diperkirakan 15% dari seluruh kelahiran di dunia dengan batasan 3,3%sampai 3,8% dan lebih sering terjadi di negara-negara berkembangatau sosio- ekonomi rendah.(Hendry,ap.2010)
Di negara ASEAN, Indonesia mempunyai angkakematian tertinggi 330/100.000dan angka kematian Perinatal 420/100.000persalinan hidup.AKI bervariasi diberbagai daerah dengan rentang330-700/100.000.Angka kematian perinatal dengan cepat dapat dirasakanpenurunannya, tetapi AKI belum banyak terjadi penurunan. Bila persalinandi Indonesia di perkirakan 5000.000 pertahun.Kematian Ibu dan Perinatal terjadijustru pada pertolongan pertama yang sangat diperlukan, sehingga sebenarnyamasih banyak mempunyai peluang untuk dapat menghindari atau menurunkannya.(Manuaba,2008)
Berdasarkan profil kesehatan Indonesia 2008 (Dalam DepkesRI), AKI di indonesia sebesar 307/100.000 kelahiran hiduppada tahun 2002,sedagkan AKB di Indonesia sebesar 35/1000 kelahiran hidup. Penyebab lansungkematian maternal yang paling umum di Indonesia adalah perdarahan 28 %,eklampsia 24 % dan infeksi 11%. Penyebab kematian bayi yaitu BBLR 38,94%,asfiksia lahir 29,97%.Hal ini menunjukkan bahwa 66,91% kematian perinataldipengaruhi oleh kondisi ibu saat melahirkan.(Profil Depkes RI,2008)
Menurut hasil Surkesna/Susesna 2002-2003, AKB di SulawesiSelatan sebesar 47/1000 kelahiran hidup sedangkan hasil susenas 2006menunjukkan AKB di Sul-Sel tahun 2005 sebesar 36/1000 kelahiran hidup.Fluktasiini bisa terjadi oleh karena perbedaan besar sampel yang diteliti sementara itudata yang dikeluarkan oleh Depkes RI bahwa AKB di Sulawesi Selatan pada tahun2007 sebesar 27,52 perkelahiran hidup. Sementara laporan dari Dinas KesehatanKabupaten/ Kota bahwa jumlah kematian bayi pada tahun 2006 sebanyak 566 bayiatau 4,32/1000 kelahiran hidup, mengalami peningkatan pada tahun 2007 menjadi709 kematian bayi atau 4,61/1000 kelahiran hidup.Untuk tahun 2008 ini jumlahkematian bayi turun menjadi 638 atau 4,39/1000 kelahiran hidup.(Profil DepkesSulSel 2008)
SedangkanKejadian BBLR di RSUD Daya pada tahun 2008 terdapat 38 bayi dan pada tahun 2009terdapat 47 bayi dari 1327 kelahiran hidup.(Profil Dinas RSUD Daya,2009)
Beberapapenyebab kematian bayi dapat bermula dari masa kehamilan. penyebab kematianyang terbanyak adalah disebabkan karena pertumbuhan janin yang lambat,kekurangan gizi pada janin, kelahiran prematur, BBLR sedangkan penyebab lainnyayang cukup banyak terjadi adalah kejadian kurangnya oksigen dalam rahim(hipoksia intrauterus ) dan kegagalan nafas secara spontan (asfiksia lahir). (profilDepkes 2008)
Berdasarkanuraian tersebut diatas penulis terdorong untuk memaparkan permasalahan dalamkarya tulis ilmiah ini dengan judul Asuhan Kebidanan Pada By “ N ” Dengan Berat Badan Lahir RendahDi RSUD Daya Makassar

Postingan populer dari blog ini

Distribusi Kejadian Berat Badan Lahir Rendah Di Rumah Sakit Umum Daerah Pangkep Perode Januari – Desember 2008 (A-0082)

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Tujuan Pembangunan kesehatan menuju Indonesia Sehat 2010 adalah meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan yang optimal melalui terciptanya masyarakat, bangsa dan negara Indonesia yang ditandai oleh penduduknya hidup sehat dalam lingkungan dan dengan perilaku sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan Kesehatan yang bermutu secara adil dan merata serta memiliki derajat Kesehatan yang optimal di seluruh wilayah Republik Indonesia ( Paradigma Sehat 2001). Kemampuan pelayanan suatu Negara ditentukan dengan perbandingan tinggi rendahnya angka kematian ibu dan angka kematian perinatal. Dikemukakan bahwa angka kematian perinatal lebih mencerminkan kesanggupan satu Negara untuk memberikan pelayanan kesehatan. Indonesia di lingkungan Assosiation Of Earth Asia Nations (ASEAN) merupakan negara dengan angka kematian ibu dan perinatal tertinggi, yang berarti kemampuan untuk memberi...

Gambaran Kejadian Preeklampsia pada Ibu Hamil di Rumah Sakit Salewangang Maros (A-0076)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kehamilan merupakan suatu hal yang fisiologi walaupun kehamilan adalah proses fisiologi namun apabila tidak di tangani secara akurat dan benar, keadaan fisiologi akan menjadi patologi dan mengancam keselamatan ibu hamil sehingga dapat mengakibatkan tingginya mortalitas dan morbiditas terhadap ibu dan janinnya. (Bobak, 2004). Berdasarkan penelitian World Health Organization (WHO) di seluruh dunia terdapat kematian ibu sebesar 500.000 jiwa pertahun diperkirakan karena sekitar 127.000 wanita (25%) karena sepsis, 65.000 wanita (12%) hypertensi kehamilan, 38.000 wanita (8%) karena persalinan macet dan hampir 62.000 wanita (18%) karena abortus. Sekitar 20% yang meninggal karena penyakit yang diperberat dengan kehamilan seperti anemia, defisiensi zat besi, hepatitis, TBC, atau penyakit jantung. Penyebab kematian maternal adalah perdarahan 40–60%, infeksi 20–30% dan pre-eklampsia–eklampsia 20 -30 %, sisanya sekitar 5...

Gambaran Karakteristik Kehamilan Serotinus Dirumah Sakit Ibu Dan Anak Siti Fatimah Makassar Periode Januari – Desember 2008 (A-0081)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kehamilan umumnya berlangsung 40 minggu atau 280 hari dari hari pertama haid terakhir kehamilan aterm ialah kehamilan antara 38-42 minggu dan ini merupakan periode dimana terjadi persalinan normal. Apabila kehamilan yang melewati 294 hari atau lebih dari 42 minggu lengkap, maka itu dinamakan kehamilan lewat waktu atau post term. Angka kejadian kehamilan lewat waktu kira-kira 10%, bervariasi antara 3,5 - 14%. Kekhawatiran dalam kehamilan lewat waktu dapat menjadi 3 kali dibandingkan kehamilan aterm (Winkjosastro.H.2006;317-3188). Menurut defenisi World Health Organization (WHO) “kematian maternal ialah kematian seorang wanita waktu hamil atau dalam 42 hari sesudah berakhirnya kehamilan oleh sebab apapun, terlepas dari tuanya kehamilan dan tindakan yang dilakukan untuk mengakhiri kehamilan”. Sebab-sebab kematian ini dapat dibagi dalam golongan yakni yang langsung disebabkan oleh komplikasi–komplikasi kehamilan, persalinan dan nifas. Angka kematian m...