Gambaran Pelaksanaan Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi (A-0053)

Diposkan oleh Gunandar Azikin

BAB I
PENDAHULUAN
A. LatarBelakang Masalah
Imunisasi merupakan program pemerintah yang senantiasadigalakkan dalam upaya untuk meningkatkan kekebalan seseorang terhadap suatupenyakit dengan melakukan vaksinasi secara rutin. Pemberian imunisasi berguna untukmemberikan perlindungan menyeluruh terhadap penyakit yang berbahaya.Denganmemberikan imunisasi dasar lengkap sesuai jadwal, tubuh bayi dirangsang untukmemiliki kekebalan sehingga tubuhnya mampu bertahan melawan serangan penyakitberbahaya (Anonim, 2010).
1
Setiap tahun di seluruh dunia ratusan ibu, anak dan orangdewasa meninggal karena penyakit yang sebenarnya dapat dicegah seperti halnyapenyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Hal ini dikarenakan kurangnyainformasi tentang pentingnya imunisasi. Bayi yang baru lahir, anak-anak usiamuda yang bersekolah dan orang-orang dewasa sama-sama memiliki resiko tinggiterserang penyakit menular yang mematikan seperti : difteri, pertusis, hepatitisB, influenza, radang selaput otak, radang paru-paru dan masih banyak penyakitlain yang sewaktu-waktu muncul dan mematikan. Tanpa imunisasikira-kira 3 dari 100 kelahiran anak meninggal karena penyakit campak, 2 dari100 kelahiran anak akan menderita batuk rejan. Dan 3 dari 100 kelahiran anakakan meninggal karena penyakit tetanus dan dari setiap 200.000 anak, 1 akanmenderita polio. (Anonim 2009)
Pneumonia sebagai komplikasi penyakit campak, difteri danpertusis merupakan masalah kesehatan di dunia karena angka kematian yang tinggitidak hanya di negara-negara berkembang tetapi juga di negara-negara majuseperti Amerika Serikat, Kanada dan negara-negara Eropa lainnya. AmerikaSerikat misalnya terdapat 2-3 juta kasus pneumonia pertahun dengan jumlahkematian rata-rata 45.000 orang. Di Indonesia pneumonia merupakan penyebabkematian nomor 3 setelah kardiovaskuler dan tuberkolosis (TBC). Faktor sosialekonomi yang rendah mempertinggi angka kematian. (Anonim, 2009)
Menurut WHO (World Health Organization) setiaptahunnya sekitar 132.000 bayi meninggal sebelum 1 tahun (Depkes RI. 2005).Penyebab yang mendasari kematian bayi 54% adalah gizi kurang, ada 170 anakmeninggal di seluruh dunia (Atika, 2007).
Di tingkat Association South East Asean Nation (ASEAN)tahun 2008, Indonesia misalnya angka kematian bayinya 35/1.000 kelahiran hidupyaitu hampir 5 kali lipat dibandingkandengan angka kematian bayi di Malaysia, 2 kali dibandingkan dengan Thailand dan1,3 kali dibandingkan dengan Philipina sekitar 57 % kematian bayi tersebutterjadi pada bayi umur di bawah satu bulan dan utamanya disebabkan oleh campak,selain itu adalah gangguan perinatal, infeksi saluran pernafasan akut, diare, malariadan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR), 40% disebabkan oleh hipotermi, asfiksiakarena prematuritas, trauma persalinan dan tetanus neonatorum. (Anonim, 2008)
Angka Kematian Bayi(AKB) di Sulawesi Selatan pada tahun 2008 sebesar 3,9/1000 kelahiran hidup,sementara jumlah kelahiran di Sulawesi Selatan pada tahun 2008 sebesar 167,815orang dan hanya 138,711 orang (8,66%) yang persalinannya di tolong oleh tenagakesehatan (Profil Kesehatan Sulsel 2008).
Dinas Kesehatan kota Makassar tahun 2008 targetkan1.836.803 anak terimunisasi dengan posyandu dan menggelar kampanye imunisasi. (Anonim,2009)
Berdasarkan data yang diperoleh dari Medical Recorddi puskesmas Bantimurung periode Januari – Desember 2009, tercatat jumlah bayidi seluruh wilayah Bantimurung sebanyak 589 orang dan yang telah mendapatimunisasi lengkap sebanyak 452 orang dengan bayi yang tidak lengkap diimunisasisebanyak 137 bayi.
Dengan melihat hal tersebut peneliti merasa tertarikuntuk melakukan suatu penelitian dengan judul “Gambaran PelaksanaanImunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi” di puskesmas Bantimurung Kabupaten Maros periodeJanuari-Desember 2009.

Untuk Mendapatkan Artikel Lengkap Kami KLIK SELENGKAPNYA